Berkolaborasi dengan Star Energy Company: Himpunan Mengajak Mahasiswa Lebih Mengenal Geologi Panas Bumi

JAKARTA- Teknik Geologi UP | Dalam rangkaian acara Diagenesa (Design a generation to be strong and smart), Tim keprofesian 1 melaksanakan acara seminar dengan tema “Expand Your Horizon About Geothermal Energy with Star Energy” yang bertempat di Gedung Griya Legita R. 2201, Universitas Pertamina.

Seminar ini dipandu langsung mahasiswa Teknik Geologi 2017 atas nama Arum Widyastuti. Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua panitia pelaksana yaitu Juvens Yuda dari Teknik Geologi 2017.
Pada acara ini, pembicara didatangkan langsung oleh Star Energy Company yaitu Bapak Waluyono Adi Pramono, S.T. Beliau merupakan seorang geologist yang bergerak pada bidang geologi panas bumi, khususnya pada lapangan Panas Bumi Darajat. Mengenai pengalaman, beliau sudah berkecimpung selama 15 tahun di industri panas bumi, salah satunya di perusahan industry, Chevron sebagai seorang geologist pada bagian pengembangan. Hingga akhrinya beliau saat ini bekerja di Star Energy.

Potensi di Indonesia cukup besar. Bahkan hal ini juga disampaikan Bapak Waluyo bahwa Indonesia menjadi penyumbang 40% panas bumi di Dunia. Namun di lain sisi, pengembangan panas bumi di Indonesia cukup lama. Meskipun terbilang sebagai renewable energy, faktanya panas bumi itu merupakan energi yang berkesinambungan, lanjutnya.

Pengenalan tentang Panas Bumi juga disampaikan dalam seminar kali ini. Dimulai dari sistem panas bumi, eksplorasi, bisnis, sampai pengembangan panas bumi itu sendiri. Pada saat eksplorasi, disinilah peran geologist sangat dibutuhkan karena survey geologi, sampai produksi pun sebenarnya membutuhkan seorang geologist.

Sebagai sumber energi yang ramah lingkungan, faktanya peran geologi dalam eksplorasi panas bumi di perusahaan sangat banyak dibutuhkan. Bapak Waluyo menambahkan bahwa banyak kesempatan kerja yang besar bagi kalian para geologist yang ingin ke dunia industri Panas bumi, terutama Star Energy.

Dalam perkembangan kedepan, bukan tidak mungkin posisi migas akan tergeser oleh panas bumi, walaupun hal tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama. Melihat potensi tersebut, Bapak Waluyono menghimbau bagi seluruh geologist khususnya pada bidang panas bumu bahwa Indonesia saat ini membutuhkan geologist yang paham Hardrock, terutama paham mengenai petrologi dn petrografi.

Terakhir, harapan dari seminar ini bahwasannya mahasiswa dapat mengerti tentang konsep geologi panas bumi, serta mengetahui gambaran/ model ketika nantinya mendapatkan mata kuliah atau terjun ke lapangan.