Geologi Regonal Sumatera oleh Dr. Rudi Ryacudu

Dalam rangka mendekatkan dunua industri kepada mahasiswa, program studi teknik geologi pada 4 februari 2019 memberikan kuliah tamu pada mata kuliah Geologi Indonesia.

Dalam kesempatan ini, beliau memaparkan sejarah evolusi teknonik pulau sumatara pada masa tersier, dan pra tersier.

Pulau sumatera merupakan hasil dari tumbukan lempeng-lempeng kecil yang merupakan pecahan dari lempeng kontinen yang lebih besar berasal dari selatan. Proses tumbukan lempeng-lempeng tersebut terjadi pasa masa pra-tersier, oleh karena itu kerangka statigrafi batuan berumur pra-tersier akan sangat bergantung dengan lempang asalnya. Terdapat formasi Bakhorok di Sumatera Utara, yang terdiri atas pebbly mudstone, mengindikasikan lingkungan pengendapan arctic. Keterdapatan formasi ini menunjukkan bahwa ada bagian dari kerak di Sumatera yang berasal dari daerah kutub.

Pak Rudy menyampaikan juga, untuk dapat memahami kerangka stratigrafi Pra-tersier sumatera dengan baik, alangkah baiknya dilakukan korelasi antara batuan-batuan di pra tersier sumatera dengan batuan kerak asalnya.

Berdeba dengan batuan pra-tersier, batuan tersier memiliki pola yang seragam untuk hampir seluruh bagian di Indonesia barat. Diawali dengan proses rifting pada umur eocene – oligocene, yang terdiri atas endapan darat (fluvial dan lacustrine), diikuti oleh tectonic sag (tectonic quisience) ditandai dengan prosea transgresi dan diendapan endapan marinedeep marine. Porses tektonik inversi terjadi setelahnya, diiringi dengan pembentukan cebakan-cebakan migas berupa antiklin.