Kuliah KARANGSAMBUNG 2020

Karangsambung merupakan kawah candra di muka bagi para calon geologis. Candra di muka merupakan suatu tempat untuk penggemblengan diri pribadi agar menjadi orang yang memiliki karkater pribadi yang kuat, terlatih dan tangkas. Menurut cerita pewayangan, Candra di muka merupakan tempat dimana Gatot kaca direbus oleh para Dewa, sehingga memiliki tubuh dan tulang kerasnya seperti besi, ototnya seperti kawat, kebal terhadap segala senjata dan dapat terbang tinggi di kayangan.

Candradimuka, bisa juga diartikan sebagai cara untuk membuat mental seseorang menjadi mental orang yang berani dan berjiwa besar, sehingga dapat diandalkan dan diharapkan menjadi orang yang memiliki makna dan arti bagi bangsa dan negara, serta memberikan pengaruh yang positif bagi lingkungan sekitarnya.

Kuliah Lapangan Karangsambung

Setiap tahun mahasiswa Program Studi Teknik Geologi Universitas Pertamina mengunjungi Karangsambung untuk ditempa menjadi seorang geolog. Karangsambung sendiri merupakan tempat tersingkapnya batuan pra Tersier di Jawa. Batuan pra Tersier ini adalah produk dari subduksi akresi tumbukan lempeng tektonik.

Selama kegiatan lapangan Karangsambung, mahasiswa digembleng di lapangan selama 15 hari untuk menimba ilmu lapangan dan menempa kemampuan sebagai seorang geolog. Beberapa materi yang dipelajari adalah observasi singkapan geologi, pembuatan penampang stratigrafi, analisis struktur geologi, pengamatan morfologi, dan materi integrasi akhir yaitu Pemetaan Geologi. Pemetaan Geologi adalah skill wajib bagi seorang geolog.

 

Hari-hari awal mahasiswa melakukan pengamatan singkapan geologi di beberapa lokasi. Lokasi tersebut ada di Kaligending, Lok Ulo, dan Gunung Parang. Di observasi ini, mahasiswa harus mampu mengambil data lapangan dengan tepat dan sesuai. Kemampuan dasar penggunaan GPS, perkiraan lokasi di peta, pengamatan citra, penggunaan kompas, dan pengamatan keadaan sekitar merupakan hal dasar yang harus dipahami. Mahasiswa mengambil data lapangan untuk dicatat di buku catatan lapangan secara sistematis dan efisien. Di materi ini, mahasiswa mengobservasi tiga jenis batuan utama, batuan beku, sedimen, dan metamorf. 

Mahasiswa Geologi Universitas Pertamina saat observasi

Di hari-hari selanjutnya, mahasiswa mengukur penampang stratigrafi atau yang biasa dikenal sebagai PPS. Kegiatan ini dilakukan agar mahasiswa bisa menggambarkan urutan vertikal lapisan batuan. PPS berlangsung di Sungai Kalijaya untuk akuisisi data litologi detil, ketebalan satuan, dan hubungan stratigrafi antar satuan serta urutan pembentukannya. Dari PPS ini, mahasiswa diharapkan mampu melakukan interpretasi sejarah lingkungan pengendapan berdasarkan pola urutan vertikal yang dituangkan pada kolom stratigrafi.

Pengukuran Penampang Stratigrafi

Selain observasi singkapan dan PPS, mahasiswa juga mengambil data struktur geologi di Kalisoka. Kegiatan ini dilaksanakan supaya mahasiswa bisa mengakuisisi data struktur geologi dan menenetukan kinematikanya.

Bersiap ambil data struktur yang banyak 🙂

Sebelum masuk ke materi akhir Pemetaan Geologi, mahasiswa diperkenalkan secara langsung pengamatan Geoorfologi di Luk Ulo dan Wagir Sambeng. Mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai analisis geomorfologi berdasarkan foto udara, topografi, lanskap, dan singkapan geologi. Di materi ini, dibuat sketsa yang menekankan proses geologi yang berkembang.

Bekerja keras menjadi seorang geolog

Terakhir, sebelum mahasiswa mengakhiri kegiatan kuliah lapangan, mereka harus mampu melakukan Pemetaan Geologi secara mandiri. Beberapa hari masih didampingi oleh dosen. Selanjutnya melakukan pengambilan dan pengolahan data secara mandiri. Mahasiswa mendapatkan kavling pemetaan yang berbeda-beda. Ada yang di Kaligending, Plumbon, Wadasmalang, dan Kedungwaru. Pemetaan Geologi bertujuan untuk melakukan pengambilan seluruh data geologi dan interpretasi sejarah geologi serta penyajian peta geologi daerah pemetaan.

Sedang mengamati breksi saat mapping

Berharap, para mahasiswa bisa menjadi geolog andalan, agar bisa memberi makna bagi sekitar, sehingga dapat memberikan sumbangsih akan kemajuan.

Kami para calon geolog, berbicara dengan batu

 

Karangsambung, 9-24 Maret 2020