Webinar on Environmental Geology and Geohazard by Teknik Geologi Universitas Pertamina

Rangkaian kegiatan dengan tajuk “Workshop & Webinar Environmental Geology and Geohazard” yang diadakan oleh Program Studi Teknik Geologi Universitas Pertamina pada hari Senin hingga Selasa, 23-24 November 2020.
Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 250 peserta dari berbagai kalangan dan berbagai instansi seperti mahasiswa dan praktisi di bidangnya. Selain itu, ada juga peserta dari India, Malaysia, dan Rusia yang turut serta berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Rangkaian kegiatan ini dibagi menjadi dua hari, yaitu workshop dan webinar. Workshop berlangsung sehari sebelum pelaksanaan seminar. Di kala pandemi masih berlangsung, seluruh kegiatan diadakan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Workshop terdiri dari tiga pemateri dari berbagai instansi, yaitu Abd. Hafidz (Geosoftware Community), Muhammad Zayyanul Afwani (ESRI Indonesia), dan Rahmat Fadhilah (ITERA). Pemateri workshop merupakan orang yang terbiasa mengatasi persoalan di bidang lingkungan dan kebencanaan menggunakan pemodelan spasial dan hidrogeologi.

M. Zayyanul Afwani memaparkan manfaat GIS untuk mengambil keputusan

Tautan ke workshop yang berlangsung secara daring dapat disaksikan pada Youtube Geology Universitas Pertamina atau pada video di bawah ini:

https://www.youtube.com/watch?v=ZyZ3r8LEqLA&t=58s

 

Rekaman Workshop on Environmental Geology and Geohazard yang telah berlangsung pada 23 November 2020 melalui Zoom Meeting.

Para Peserta Workshop

Acara utama berupa webinar dilangsungkan dengan memperkenalkan Prodi Teknik Geologi Universitas Pertamina kemudian sambutan dari Wakil Rektor III Universitas Pertamina, Pak Budi Soetjipto serta Wakil Dekan Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi, Pak Awali Priyono. Bahasan utama para pemateri berkaitan dengan isu kontaminasi dan kebencanaan di daerah perkotaan.

Materi Manajemen Bencana di Daerah Perkotaan dari Bu Farah

Pemateri pertama yaitu Dr. Ahmad Taufiq, Ph.D. (Kepala Balai Air Tanah, Kementerian PUPR). Doktor yang memiliki gelar ganda ini memaparkan materi terkait pengambilan air tanah berlebih serta kontaminasi nitrat di air tanah yang terjadi di Bandung, Jawa Barat. Dilanjutkan dengan sesi manajemen bencana dari Dr. Farah Mulyasari, S.T., M.Sc. (Wakil Dekan Fakultas Komunikasi dan Diplomasi, Universitas Pertamina). Webinar ditutup dengan pemaparan mengenai longsoran dan teknologi informasi spasial dari Assoc. Prof. Dr. Rohayu Che Omar (Universiti Tenaga Nasional, Malaysia). Pemateri webinar merupakan praktisi dan akademisi yang aktif terlibat dalam aktivitas pencegahan dan penanggulangan masalah kebencanaan dan lingkungan.

Rekaman kegiatan webinar dapat disimak kembali melalui video ini:

Kegiatan Webinar on Environmental Geology and Geohazard dilangsungkan secara daring pada 24 November 2020.

Para Peserta Webinar

Permalasahan atau kasus yang dibawakan oleh para pemateri, baik pada workshop maupun webinar merupakan masalah yang termasuk dalam ruang lingkup pembangunan, lingkungan hidup, dan kebencanaan yang mengaplikasikan penggunaan perangkat lunak. Salah satu bahasan mengenai pencemaran air oleh nitrat pada
Cekungan Bandung. Persoalan tersebut dapat dimodelkan dengan Modflow untuk mengetahui seberapa besar konsentrasi kontaminan yang terkandung dalam air. Lainnya, ViGMAS hasil pengembangan Assoc. Prof. Dr. Rohayu Che Omar dan tim dapat mengintegrasikan data lapangan dengan penginderaan jauh untuk mengkaji longsoran dan memanfaatkan beberapa parameter seperti kemiringan lereng, jenis tanah dan batuan, serta curah hujan secara real-time. Selanjutnya, hasilnya dapat disiarkan melalui portal daring yang dimiliki oleh pemerintah.

Ke depannya, Prodi Teknik Geologi Universitas Pertamina akan mengadakan webinar-webinar lain yang berkaitan dengan energi, lingkungan, mineral, dan topik geologi lainnya. Info lebih lanjut dapat dilihat melalui website gl.universitaspertamina.ac.id